Nyeri Belikat yang Membutuhkan Fisioterapis di Tengah Malam
Table of content:
Setelah menyelesaikan syuting film baru berjudul Dusun Mayit selama satu bulan di berbagai lokasi, aktor muda, Randy Martin, memiliki banyak pengalaman berharga untuk dibagikan. Film ini, yang disutradarai oleh Rizal Mantovani, telah menuntutnya untuk berperan sebagai Raka, seorang mahasiswa pencinta alam yang menjalani hidupnya sendiri.
Dalam perannya, Raka mencari nafkah dengan memberikan tutorial pendakian gunung dan memandu para pendaki. Untuk lebih memahami karakter yang ia mainkan, Randy melakukan berbagai riset dan pelatihan, termasuk belajar teknik mendaki yang penting.
Dengan memahami bahwa mendaki bukan sekadar hobi tetapi sebuah disiplin, Randy berusaha mendalami berbagai teknik, mulai dari mengikat simpul hingga penggunaan tali untuk keperluan mendaki. Meskipun demikian, film ini lebih menggambarkan aktivitas santai di alam, bukan pendakian yang serius.
Pengalaman Syuting dan Riset yang Dilakukan Randy Martin
Randy menceritakan bahwa persiapan yang dilakukan sangat membantu dirinya untuk merasakan kehidupan Raka. Dia bukan hanya berperan, tetapi juga merasakan beban emosional dan fisik yang datang dengan jalur pendakian yang menantang. Raka, yang harus menggendong Nita, pacarnya, dalam berbagai adegan, menjadi tantangan tersendiri bagi Randy.
Perjuangan fisik yang dialami saat syuting membuatnya merasakan langsung bagaimana rasanya menggendong seseorang di medan yang sulit. Menurutnya, ini sangat jauh berbeda dengan apa yang terlihat di layar. Dia merasakan beban emosional dari karakter, yang membuatnya semakin terhubung dengan Raka.
Randy melanjutkan, “Teknik yang saya pelajari, meskipun tidak sepenuhnya profesional, memberikan saya gambaran nyata tentang pengalaman mendaki. Dan saat saya terjebak di Dusun Mayit, saya mengalami situasi yang tidak terduga.” Pengalaman ini memberi nuansa realitas pada perannya dan meningkatkan kedalaman aktingnya.
Berhadapan dengan Tantangan Fisik yang Berat
Dalam proses syuting, Randy mengalami berbagai tantangan fisik yang cukup berat. Ia harus berhadapan dengan rasa sakit akibat radang pada bagian punggung dan belikat yang diakibatkan oleh kegiatan akting yang intens. Terkadang, rasa sakit tersebut membuatnya harus mencari bantuan medis, termasuk layanan fisioterapi di lokasi syuting.
Randy mengaku merasa khawatir tentang kondisi fisiknya, bahkan berpikir mungkin harus dilarikan ke rumah sakit jika kondisinya tidak membaik. Dia merasa perlu untuk mendapatkan perawatan agar dapat kembali berfokus pada syuting dan menyelesaikan perannya.
Selama proses syuting, Randy merasa beruntung bisa mendapatkan dukungan dari tim produksi yang memperhatikan kesehatannya. Begitu ada jeda, dia melakukan terapi fisik untuk memulihkan diri dan melanjutkan syuting dengan kondisi yang lebih baik.
Sisi Emosional dari Peran yang Diperankan Randy Martin
Di balik perjalanan fisik yang berat, terdapat sisi emosional yang juga harus ditangani Randy. Perasaannya sangat terikat dengan karakter yang dimainkannya, Raka. Dia merasa bahwa jadi pengasuh dan pelindung untuk Nita memberinya motivasi tambahan untuk menunjukkan performa terbaik.
“Saya ingin penonton merasakan apa yang Raka rasakan saat berjuang untuk melindungi Nita,” ungkap Randy. Dia menjelaskan bahwa kesulitan yang dialami Raka, baik secara fisik maupun emosional, adalah cerminan dari cinta dan pengorbanan yang nyata.
Setiap kali adegan membutuhkan kekuatan dan emosi, Randy berusaha keras untuk tidak hanya memberikan penampilan yang kuat, tetapi juga merasakan setiap peristiwa yang terjadi pada karakternya. Hal ini semakin nyata ketika dia harus membawa Nita menyusuri jalur yang penuh tantangan.
Dalam perjalanan mereka, Raka tidak hanya berjuang untuk membantu Nita tetapi juga harus menghadapi masalah yang muncul akibat pelanggaran tradisi di Gunung Welirang. Hal ini menambah lapisan konflik dalam cerita dan membantu kuasa narasi menjadi lebih kuat.
Setiap perjalanan yang dilalui karakter Raka dan Nita menciptakan keterikatan yang lebih dalam antara mereka, menyampaikan pesan bahwa cinta terkadang memang harus dibuktikan melalui pengorbanan dan usaha yang tak kenal lelah.
Film ini tidak hanya sekadar mengisahkan pendakian di gunung, tetapi juga menyentuh tema cinta sejati dan tantangan yang harus dihadapi dalam menjalin hubungan. Dengan bakat dan dedikasi yang ditunjukkan Randy dalam syuting film ini, para penonton diharapkan akan merasakan kedalaman karakter yang ia perankan.
Melalui perjuangan Raka dan Nita, penonton akan diajak menyelami makna tentang komitmen, pengorbanan, dan kekuatan cinta dalam menghadapi setiap rintangan yang datang. Dengan bumbu petualangan yang penuh makna, film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak hanya mencintai alam tetapi juga hubungan antar manusia.
Diharapkan, film Dusun Mayit yang akan tayang pada akhir Desember 2025 ini mampu menarik perhatian penonton dan memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan. Bagi Randy Martin, perjalanan dalam film ini adalah salah satu momen berharga yang akan ia ingat selamanya.










