Nicholas Saputra Diskusikan Konsep Wisata Berkelanjutan yang Menghormati Budaya dan Lingkungan
Table of content:
Melalui forum kolaborasi ini, para perwakilan pengurus Desa Bakti BCA telah menerima pembelajaran berharga dari sejumlah praktisi. Pembelajaran ini berfokus pada tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab dan berstandar tinggi, selaras dengan berbagai prinsip yang mendukung kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, mengikuti cooking class di Taman Dukuh, serta menghadiri sesi berbagi pengalaman dengan tokoh-tokoh terkenal. Dalam acara tersebut, mereka dapat berinteraksi langsung dengan EVP Corporate Communication dan Tanggung Jawab Sosial BCA, Hera F. Haryn, serta artis Nicholas Saputra.
Hera F. Haryn menyebutkan bahwa pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai lokasi benchmarking didasarkan pada reputasi desa tersebut yang telah berhasil memasuki daftar Best Tourism Village versi United Nations World Tourism Organization. Hal ini menunjukkan komitmen desa tersebut dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pentingnya Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan di Desa
Pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan semakin menjadi perhatian dalam era modern ini. Desa-desa yang mampu mengelola sumber daya mereka dengan baik tidak hanya akan menarik wisatawan, tetapi juga mendukung kehidupan masyarakat lokal.
Melalui prinsip keberlanjutan, kawasan pariwisata dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Masyarakat lokal sering kali menjadi garis depan dalam menjaga keindahan alam dan budaya mereka agar tetap terjaga.
Penerapan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan merupakan syarat utama untuk meraih keberhasilan di sektor pariwisata. Desa yang menerapkan standar tersebut dapat meningkatkan daya saing dengan destinasi lain.
Kegiatan Benchmarking dan Pertukaran Pengetahuan
Kegiatan benchmarking menjadi salah satu alat penting dalam meningkatkan kapasitas pengelola desa. Ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring antara pengurus desa dan ahli pariwisata.
Dalam acara ini, para peserta mempelajari berbagai praktik terbaik dari Desa Wisata Penglipuran yang telah terbukti sukses. Hal ini termasuk pengelolaan atraksi wisata, pemasaran, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pariwisata.
Pertukaran pengetahuan seperti ini juga menciptakan peluang untuk kolaborasi di masa mendatang. Pengembangan kapasitas dan kerja sama antar desa menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan menguntungkan semua pihak.
Dampak Kegiatan Terhadap Pembangunan Ekonomi Lokal
Pembangunan pariwisata yang baik di desa dapat mendatangkan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pendapatan masyarakat juga akan meningkat melalui berbagai jasa dan produk lokal yang ditawarkan.
Memberdayakan masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata merupakan langkah yang sangat strategis. Ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup bagi penduduk.
Selain itu, dengan adanya program-program pelatihan dan peningkatan keterampilan, masyarakat akan lebih siap untuk memanfaatkan peluang yang ada. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi desa di masa depan.
Peran Teknologi dalam Pengembangan Pariwisata Desa
Di era digital ini, teknologi memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, desa bisa menjangkau lebih banyak wisatawan dengan cara yang lebih efisien.
Penggunaan media sosial, website, dan aplikasi mobile dapat membantu menarik perhatian wisatawan. Selain itu, informasi mengenai atraksi lokal bisa disebarkan secara cepat dan luas.
Dengan teknologi juga, pengelola desa dapat lebih mudah mengumpulkan data dan menganalisis tren kunjungan. Data ini sangat berharga untuk perencanaan strategi pengembangan yang lebih baik.









