Catatan dari Ajang The Best Singer Roemah Nena, Sorot Teknik dan Warna Vokal Peserta
Table of content:
Pertunjukan bakat luar biasa yang ditujukan untuk para lansia, The Best Singer of Roemah Nena, resmi mencapai puncaknya pada Jumat, 7 November 2025. Dalam grand final yang digelar di Tangerang Selatan, dewan juri yang terdiri dari musisi terkenal membuat suasana semakin meriah.
Ajang ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk saling menjalin pertemanan dan berbagi pengalaman di antara para peserta. Dengan adanya proses eliminasi yang dilakukan secara selektif, setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat serta kecintaan mereka terhadap musik.
Sandra Tobing, salah satu juri, mengungkapkan bahwa ada 40 peserta yang berkompetisi dan hanya 10 yang berhasil terpilih berdasarkan kualitas vokal yang mumpuni. Teknik penyanyian, warna suara, dan pilihan lagu merupakan kriteria utama yang digunakan dalam menyeleksi para finalis.
Walaupun para pesertanya merupakan lansia, semangat dan persaingan tetap terasa hidup. Mayoritas lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu klasik Indonesia yang sangat dikenal dan dicintai pada zaman mereka masih muda. Hal ini menjadikan The Best Singer of Roemah Nena terasa hangat dan nostalgic.
Kriteria Seleksi yang Ketat untuk Peserta
Pemilihan peserta untuk ajang ini melibatkan proses yang sangat hati-hati dan profesional. Dewan juri berusaha memastikan bahwa semua finalis memiliki kualitas dan kemampuan yang sebanding di atas panggung.
Percaya atau tidak, dari serangkaian penilaian tersebut, juri berupaya memahami karakter masing-masing peserta melalui penampilan mereka. Dampak dari pemilihan yang cermat ini adalah lahirnya penampilan yang mengesankan di malam grand final.
Pihak penyelenggara juga ingin menjaga agar kompetisi ini tetap adil dan seimbang. Oleh karena itu, para juri diberi keleluasaan dalam memberikan masukan dan penilaian yang objektif, berbasis pada keterampilan vokal yang berkualitas dari setiap peserta.
Kehangatan dalam Setiap Penampilan
Dalam suasana persahabatan, para peserta saling mendukung satu sama lain di malam pesta kompetisi. Meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, cinta terhadap musik menyatukan semua orang di panggung.
Setiap penampilan juga diwarnai oleh sorakan pengunjung yang datang memberikan dukungan moral. Ini melahirkan energi positif yang menjadikan malam tersebut penuh emosi dan kenangan indah.
Ibarat sebuah keluarga besar, tidak ada kompetisi yang terasa kaku. Sebaliknya, semua orang terhubung melalui satu bahasa universal, yaitu musik, yang membuat suasana semakin hidup dan penuh keceriaan.
Dampak Positif bagi Masyarakat Lansia
Ajang ini tak hanya menjadi tempat para lansia untuk menunjukkan bakat, tetapi juga menjadi platform yang menghargai eksistensi mereka dalam masyarakat. Dengan semakin terbukanya ruang bagi lansia untuk tampil, hal ini mendorong mereka untuk lebih aktif dalam beragam bidang.
Keberanian para peserta untuk tampil di depan umum memberikan contoh positif bagi banyak orang. Mereka menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkontribusi, tetapi justru menjadi nilai tambah yang luar biasa.
Melalui The Best Singer of Roemah Nena, para lansia diingatkan akan potensi dan kemampuan yang mungkin selama ini terabaikan. Ini menjadi dorongan bagi mereka untuk terus bermimpi dan berkarya meski di usia yang tidak lagi muda.








