Momen Tedak Siten Baby Arash, Geni Faruk Beri Doa Spesial
Table of content:
Bayi Ahmad Arash Omara Thariq, putra dari pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, baru saja menjalani prosesi budaya yang penting dalam tradisi Jawa, yakni Tedak Siten. Momen berharga ini diadakan ketika saat umur bayi tersebut menginjak tujuh bulan, menandakan langkah awal dalam kehidupannya.
Prosesi yang dipenuhi nuansa kebudayaan ini tidak hanya dirayakan oleh orangtua dan kerabat dekat, tetapi juga dihadiri oleh keluarga besar, termasuk Gen Halilintar. Tedak Siten bukan sekadar ritual, melainkan juga sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan.
Acara Tedak Siten ini menyajikan beragam simbolisme yang kaya makna. Pada saat itu, Baby Arash melakukan beberapa ritual, seperti menginjak jadah berwarna tujuh dan masuk ke dalam kurungan ayam, yang memiliki filosofi tersendiri dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Makna Filosofis di Balik Tradisi Tedak Siten
Di balik kemeriahan acara, Tradisi Tedak Siten penuh dengan makna yang dalam. Ritual ini melambangkan langkah awal seorang anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan untuk mengenal dunia di sekitarnya.
Selain itu, menginjak jadah warna-warni pun membawa simbolisasi tentang perjalanan hidup yang beragam. Setiap warna memiliki makna tersendiri, dan dengan itu, Baby Arash diharapkan akan memiliki kehidupan yang penuh warna dan kebahagiaan.
Hubungan dengan keluarga juga menjadi fokus utama dalam prosesi ini. Kehadiran semua anggota keluarga menciptakan suasana hangat, dan menunjukan bagaimana pentingnya dukungan serta cinta keluarga dalam setiap perjalanan hidup seseorang.
Prosesi dan Tata Cara Pelaksanaan Acara
Prosesi Tedak Siten dihadirkan dengan berbagai tahapan dan ritual yang harus dilaksanakan. Sebelum acara puncak, diawali dengan serangkaian doa dan harapan dari kedua orang tua agar anaknya tumbuh sehat dan selamat.
Setelah itu, anak akan dibawa mengelilingi keluarga terdekat agar dapat menerima harapan baik dari setiap anggota yang hadir. Ritual inilah yang memperkuat tali kekeluargaan dan membawa kebahagiaan bagi semua yang mengikutinya.
Pada puncaknya, Baby Arash akan menginjak jadah warna-warni sebagai simbol “turun ke bumi” dan siap menjalani kehidupan di dunia. Setiap langkah yang diambil diyakini dapat membawa keberuntungan dan memberikan berkah bagi anak.
Pentingnya Menghargai Warisan Budaya dalam Keluarga Modern
Dalam era modern saat ini, di mana banyak nilai-nilai tradisional mulai pudar, penting bagi setiap generasi untuk melestarikan budaya. Keluarga Thariq dan Aaliyah memperlihatkan betapa kentalnya mereka menjunjung tinggi adab dan tradisi.
Acara Tedak Siten ini bukan hanya untuk merayakan sang anak, tetapi juga untuk mengenalkan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Dengan harapan, budaya ini dapat dilestarikan dan tidak hilang ditelan zaman.
Melalui prosesi ini, anak-anak akan belajar untuk menghargai sejarah dan tradisi yang telah diturunkan. Ketika mereka tumbuh dewasa, diharapkan rasa bangga terhadap budaya mereka akan semakin menguat.








