Awas, 7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Makan Berlebihan
Table of content:
Makan berlebihan, atau yang dikenal dengan istilah overeating, adalah suatu kebiasaan yang sering kali terjadi tanpa disadari. Berbagai faktor dapat memicu perilaku ini, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi emosional yang rumit.
Jika tidak ditanggulangi, pola makan yang tidak sehat ini dapat berakibat serius, seperti peningkatan berat badan dan gangguan kesehatan yang lebih serius. Selain itu, hubungan seseorang dengan makanan juga dapat menjadi tidak sehat akibat kebiasaan ini.
Makan berlebihan bukan sekadar masalah kurangnya kontrol diri. Banyak orang terjebak dalam siklus overeating karena tekanan psikologis, pola diet yang terlalu ketat, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.
Menyadari penyebab yang mendorong terjadinya overeating adalah langkah awal untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam pola makan berlebihan.
Penyebab Overeating yang Sering Terabaikan dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu penyebab utama overeating adalah ketidaksadaran saat makan. Banyak orang sering makan sambil melakukan aktivitas lain; ini dapat mengalihkan perhatian dari proses makan itu sendiri.
Ketika seseorang fokus pada layar gadget atau sambil bekerja, mereka cenderung tidak merasakan sinyal kenyang dari tubuh. Hal ini mengakibatkan mereka makan lebih banyak dari yang diperlukan.
Oleh karena itu, penting untuk menyediakan waktu khusus untuk makan tanpa gangguan. Dengan cara ini, seseorang dapat lebih memperhatikan rasa dan tekstur makanan, dan lebih cepat merasakan kenyang.
Penyebab lain yang tak kalah memengaruhi adalah emosi. Ketika menghadapi stres, kecemasan, atau kesedihan, banyak orang mencari pelarian lewat makanan.
Pola seperti ini sering kali bukan respons terhadap rasa lapar, melainkan sebagai upaya untuk meredakan emosi negatif. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, seseorang mungkin akan terjebak dalam siklus overeating setiap kali emosi tersebut muncul.
Pentingnya Menjaga Pola Makan yang Seimbang dan Teratur
Diet yang terlalu ketat atau melewatkan waktu makan juga dapat meningkatkan risiko overeating. Saat tubuh kekurangan energi, dorongan untuk makan berlebih menjadi semakin kuat.
Akhirnya, ketika kesempatan untuk makan datang, seseorang akan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Untuk mencegah ini, penting untuk menjaga pola makan dengan mengatur waktu dan porsi yang seimbang.
Porsi makan yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab klasik overeating. Makan langsung dari kemasan membuat seseorang kesulitan memperkirakan jumlah yang dikonsumsi.
Dengan menyajikan makanan di piring atau mangkuk kecil, otak dapat lebih mudah mengenali batasan porsi. Perubahan kecil seperti ini dapat membantu meminimalisir risiko makan berlebihan.
Selain itu, menu harian yang rendah protein dan serat dapat membuat seseorang cepat merasa lapar kembali. Mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat dapat membantu mengontrol nafsu makan.
Pentingnya Memperhatikan Cara Makan untuk Mengendalikan Overeating
Makan dalam keadaan terburu-buru juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan overeating. Saat seseorang tidak memberi waktu yang cukup untuk mengunyah makanan, otak tidak mendapatkan signal kenyang pada waktunya.
Hal ini berarti bahwa seseorang baru akan merasa kenyang setelah telah memakan lebih dari yang diperlukan. Jadi, memperlambat tempo makan dan memberi jeda antar suapan adalah strategi yang efektif.
Dalam beberapa kasus, kebiasaan overeating mungkin merupakan indikasi gangguan makan yang lebih serius. Binge eating disorder, misalnya, adalah kondisi yang ditandai dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Jika overeating disertai dengan perasaan kehilangan kendali, penting untuk mencari bantuan dari profesional. Mencari dukungan dari pakar gizi atau psikolog dapat menjadi langkah signifikan untuk mengatasi masalah ini.
Ketika seseorang menyadari pola-pola yang menyebabkan overeating, mereka dapat mulai menerapkan perubahan yang lebih sehat dalam pola makan dan gaya hidup mereka.
Langkah-langkah Praktis untuk Mengatasi Kebiasaan Makan Berlebihan
Mengatasi overeating memerlukan pendekatan yang terencana. Mengidentifikasi pemicu dan penelitian pola makan adalah langkah awal yang penting untuk mengurangi kebiasaan ini.
Menjaga porsi makan terkontrol, tidak makan dari kemasan, dan mengatur jadwal makan yang teratur adalah langkah-langkah efektif yang bisa diterapkan. Dengan demikian, peluang untuk merasa lapar berlebihan dapat diminimalisir.
Selain itu, penting untuk konsisten dalam menyiapkan makanan yang sehat dan bergizi, yang mengandung cukup protein dan serat. Ini bukan hanya akan mencegah rasa lapar yang berlebihan, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Memperkirakan dan mengenali emosi yang mendorong seseorang untuk makan berlebihan juga sangat vital. Mengalihkan perhatian dengan kegiatan sosial atau hobi dapat membantu mengurangi dorongan untuk mencari makanan saat merasa stres.
Terakhir, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional jika kita merasa kebiasaan ini sudah tidak bisa ditangani sendiri. Mengatasi overeating bukan hanya masalah fisik, tetapi juga emosional yang memerlukan perhatian khusus.












