Lombok Sambut 25 Kapal Pesiar di 2026 dengan Fasilitas Terbatas
Table of content:
Mengawali tahun 2026, sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima suntikan besar dengan kedatangan kapal pesiar mewah, Ovation of the Seas. Kapal raksasa yang mampu mengangkut 4.684 wisatawan mancanegara ini bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada awal bulan Januari.
Dengan kedatangan kapal berbendera Bahama milik operator ternama, antusiasme warga setempat meningkat pesat. acara penyambutan para turis asing ini dimeriahkan dengan suara dentuman musik tradisional suku Sasak yang terkenal, Gendang Beleq.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turut hadir dalam acara tersebut, didampingi para pejabat penting lainnya. Meskipun menyambut baik kedatangan ribuan wisatawan, ia memberikan catatan kritis mengenai kesiapan infrastruktur pariwisata di Lombok, terutama berkaitan dengan penginapan.
Menghadapi Tantangan Infrastruktur di Sektor Pariwisata
Kedatangan Ovation of the Seas di pagi hari diakhiri dengan keberangkatan sore harinya, yang menunjukkan tantangan besar bagi NTB. Saat ini, para pengunjung hanya melakukan kunjungan singkat atau day trip, tanpa ada kemungkinan menginap di wilayah tersebut.
“Kita mengakui bahwa pemerintah masih kesulitan menyediakan akomodasi yang bisa menampung seluruh wisatawan,” ungkap Iqbal. Ia menekankan pentingnya menyediakan fasilitas yang lebih lengkap agar kapal pesiar dapat bersandar lebih lama, misalnya dua malam, untuk memungkinkan para wisatawan menikmati Lombok lebih maksimal.
Perbandingan dengan Bali dan Singapura menunjukkan bagaimana NTB masih tertinggal. Kedyatan ini menjadi pendorong untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan yang tersedia agar sejalan dengan kebutuhan turis internasional.
Pentingnya Diversifikasi Atraksi Wisata yang Menarik
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya hotel yang mampu menampung lebih dari 4.000 tamu sekaligus. Diversifikasi atraksi wisata yang lebih beragam juga dianggap penting untuk menarik lebih banyak segmen wisatawan yang berbeda.
Lokasi Pelabuhan Gili Mas yang relatif jauh dari pusat wisata, seperti Senggigi dan kawasan Mandalika, juga menjadi perhatian. Transportasi yang efisien perlu ditingkatkan agar pengunjung dapat lebih mudah menjangkau berbagai tempat wisata yang ditawarkan.
Meskipun demikian, kepercayaan internasional terhadap Lombok tetap positif. Kunto Wibisono, General Manager Gili Mas, mengungkapkan bahwa kedatangan Ovation of the Seas adalah yang pertama dari 25 kapal pesiar yang direncanakan selama tahun ini, menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.
Prospek Positif untuk Pariwisata Lombok di Masa Depan
Data menunjukkan bahwa pertumbuhan kunjungan kapal pesiar meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, terdapat 22 kapal yang bersandar dengan total 70.000 penumpang, sedangkan pada tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi 24 kapal dengan 85.000 penumpang.
Untuk tahun 2026, NTB menargetkan 25 kapal dengan estimasi peningkatan 10 persen penumpang, yang menunjukkan tren positif. Ovation of the Seas sendiri merupakan kapal pesiar terbesar yang mengunjungi Lombok di awal tahun ini, dengan panjang mencapai 348 meter.
Dihasilkan pula bahwa kapal ini mengangkut sekitar 1.200 kru, menambah nilai ekonomi lokal selama kunjungan tersebut. Lombok diharapkan bisa menjadi pelabuhan strategis bagi wisatawan kapal pesiar, setelah singgah di Celukan Bawang dan Benoa di Bali.
Menanggapi masukan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk menyusun pola kunjungan. Hal ini bertujuan agar dapat menarik minat wisatawan kapal pesiar untuk tinggal lebih lama di Lombok, bukan hanya sekadar day trip.
Pemerintah Provinsi NTB optimis bahwa meskipun durasi kunjungan yang singkat, kehadiran ribuan wisatawan ini dapat menggerakkan roda ekonomi lokal. terutama bagi pelaku UMKM dan sektor jasa kepariwisataan di wilayah NTB ini.









